JOIN US!

Sign up for emails - We'd love to have you

Best portal to find Japanaese Motorcryle WOWEE

Daily update on the latest HOT news, reviews and trivias

Video of riding impression, Products impression you cant't find any where else

  • Please select your country.
  • Authentication with facebook fail.Please try again.
OR

Detail Spesifikasi Lengkap dan Test Ride Kawasaki Z H2

Detail Spesifikasi Test Ride Z H2

Detail dan Test Ride Kawasaki Z H2

Z H2 pertama kali diumumkan sekitar enam bulan lalu di Tokyo Motor Show 2019. Kemudian, motor ini diluncurkan pada 4 April 2020 sebagai model flagship terbaru dari Kawasaki Z series. Z H2 adalah motor naked yang dilengkapi dengan mesin supercharger yang menyandang nama “H2”. Tidak bisa dipungkiri kalau Z H2 yang merupakan perpaduan antara desain khas Sugomi untuk Z series dengan supercharger dari H2 series ini menghadirkan kelas berbeda di era baru motor bergenre street fighter.

Z H2 dibanderol 1.892.000 Yen atau kisaran 250 juta Rupiah dan Anda sudah dapat motor dengan cost performance yang sangat baik. Anda tidak akan rugi karena motor ini mampu menyuguhkan performa yang mumpuni dengan harga yang bisa dibilang terjangkau di kelasnya.

Di artikel ini, Webike akan secara khusus membahas mengenai performa lari Z H2, dan juga detail serta perlengkapan apa saja yang disematkan di motor ini yang menjadi topik pembicaraan di mana-mana bahkan sebelum motornya resmi dirilis!

[Baca Juga]
Test Ride Kawasaki Z H2: Motor Supercharged Tiada Duanya

Sugomi & Minimalis

Panjang, lebar, tinggi: 2.085 mm, 810 mm, 1.130 mm

Berat: 240 kg

Konsep desain Z H2 adalah “Sugomi & Minimalis”. Sugomi mengacu pada desain khas Kawasaki Z series yang menggambarkan posisi hewan buas yang siap menerkam mangsanya. Ditunjukkan dengan lampu depan yang rendah, tangki dan mesinnya yang bongsor dan garis body yang landai di bagian jok lalu meninggi ke bagian belakangnya. Selain itu, air duct untuk supercharger-nya yang terletak di sisi kiri motor ini menampilkan presensi kuat yang tidak dijumpai di Z series lainnya. Minimalis berarti part-part fungsionalnya dirancang dengan desain yang simpel dan tidak berlebihan.

Sekilas, rangka trellis hijau Z H2 yang unik ini terlihat serupa dengan H2. Namun, sebenarnya rangkanya dibuat khusus untuk Z H2. Swingarmnya bukanlah tipe cantilever, namun mengadopsi teknologi yang digunakan di Ninja ZX-10RR. Hasilnya, mesin bertenaga tinggi Z H2 ditopang oleh rangka dan swingarm yang sangat kokoh dan juga fleksibel sehingga meringankan Anda dalam handling dan bermanuver.

Posisi Berkendara

Tinggi jok: 830 mm

Posisi Berkendara

Tinggi jok Z H2 adalah 830 mm yang memang umum untuk motor super sport. Namun, staf Webike dengan tinggi badan 173 cm harus agak berjinjit ketika menapakkan kakinya.

Ketika staf Webike dengan tinggi badan 155 cm mencoba menaikinya, sangat sulit untuk menapakkan kakinya dan bahkan harus benar-benar berjinjit untuk menyeimbangkan motor yang lumayan berat ini.

Anda bisa lihat detail posisinya melalui foto-foto ini. Staf kami juga mencoba menempatkan satu kaki di footstep. Kaki yang ditekuk ternyata membentur rangka sebelum akhirnya dapat diposisikan di samping tangki.

Test Ride Z H2

Test ride Z H2 dilakukan di banyak lokasi, seperti jalanan perkotaan, jalan bebas hambatan dan jalan berliku.

Mencoba di jalanan perkotaan

Test rider mengaku bisa menyeimbangkan Z H2 dengan bobot 240 kg ini dengan cukup mudah saat menaikinya, walau awalnya harus sedikit mengerahkan tenaga saat menahan motor. Ketika mulai di-start, ia memilih mode berkendara “Road” karena merasa sedikit khawatir dengan output motor ini yang mencapai 200 hp dengan supercharger ketika dijalankan di perkotaan. Seiring motor melaju, pengoperasian koplingnya terasa sangat halus dan motor dapat melaju dengan mulus tanpa masalah bahkan saat dipacu pada kecepatan rendah. Anda bisa menggunakan gigi 6 ketika berkendara di perkotaan dengan kecepatan 60 km/jam pada 2.500 rpm yang mungkin membuat Anda merasa sedang melaju dengan kencang. Tentu, Anda juga bisa menambahkan kecepatan dengan memutar gasnya. Amannya memang gigi 3 atau 4 jika Anda ingin berkendara dengan nyaman.

Tidak hanya mesinnya yang mudah dikendalikan, namun juga sistem pengoperasiannya yang memakai kopling hidrolik dengan assist & slipper clutch dan electronic control throttle yang begitu memudahkan rider.

Namanya motor besar, memang Anda harus benar-benar siap ketika mengendarainya dan paham bagaimana mengendalikannya. Jika Anda sudah siap dan paham, maka tidak ada yang namanya keluhan mengenai “tenaganya terlalu besar untuk dikontrol” atau “tersentak-sentak saat dijalankan pada kecepatan rendah”. Anda harus dapat mengontrol tenaga yang terasa besar terutama pada kecepatan rendah.

Mencoba di jalan bebas hambatan, kecepatan penuh!

Dari jalanan perkotaan, mari kita beralih ke jalanan bebas hambatan. Saatnya gas pol motor ini! Rentang kecepatannya mencapai 120 km/jam.

Saat berada di jalur utama, test rider masih berakselerasi pada gigi satu, namun di sinilah kekuatan supercharger mulai bermain! Dengan putaran yang mulai menyentuh angka 6.000 rpm lebih, motor ini mampu melesat hingga kecepatan 100 km/jam dalam waktu singkat. Sampai-sampai test rider menggumamkan “Ini bahaya”. Bahaya di sini artinya adalah ia takut lepas kendali karena keasyikan ngegas dan menikmati performa lari yang disuguhkan Z H2 tanpa memperhatikan batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan.

Jika Anda memutar gas, Anda dapat mendengarkan suara impeller yang tengah menghasilkan tekanan supercharger yang khas mesin ini. Z H2 dilengkapi dengan cruise control yang sangat berguna ketika motor melaju di jalanan bebas hambatan seperti ini.

Power dan fungsi perlengkapannya memang sesuai dikendarai pada kecepatan tinggi. Namun, motor bergaya street fighter seperti Z H2 ini bodynya sangat mudah terkena tekanan angin yang menerpa. Tentu hal ini membuat berkendara menjadi kurang nyaman bagi rider.

Jalanan berliku memang menantang, harus ekstra hati-hati

Setelah mencoba performa Z H2 pada kecepatan rendah dan tinggi, kini saatnya mengetahui kebolehannya saat cornering.

Motor ini cukup mudah dikendalikan ketika berbelok. Memang lama-lama akan terasa bebannya ketika terus dibawa berkelok-kelok dalam waktu yang lama, namun masih bisa diatasi.

Hal yang paling dikhawatirkan bagi test rider sebenarnya bukan saat memasuki belokan, namun ketika motor dalam posisi tegak setelah berbelok dan mulai dipacu kembali. Jika Anda buka gas pada saat posisi motor miring, akselerasi superchargernya sebenarnya sedang menanti tiada ampun. Ada beberapa saat ia merasa kesulitan dan motor terasa tersendat atau ia kadang terkejut dengan akselerasi yang datang tiba-tiba.

Traction control dengan sensor 6-axis (IMU) membantu dalam pengoperasiannya. Jujur, semua electronic control yang dipasang di Z H2 ini memang sangat penting bagi kelancaran pengoperasian Z H2.

[Baca Juga]
Ganasnya Supercharger Kawasaki Z H2 (2020- )

Mesin yang menyemburkan tenaga 200 ps

Seperti Ninja H2, Z H2 memiliki supercharger yang mampu menghasilkan tenaga tinggi 200 ps. Z H2 memakai mesin kapasitas 998 cc 4 silinder segaris, DOHC 4 katup berpendingin cairan dan ditambah dengan supercharger unik Kawasaki dan electronic control untuk mengontrolnya sehingga Anda dapat menikmati akselerasi yang mumpuni di semua rentang putaran.

Mesin Kawasaki Z H2

Supercharger ini tidak hanya dirancang oleh divisi roda dua Kawasaki, namun pengembangannya juga melibatkan Aerospace System divisi Energy dan Environmental Plant serta divisi Technological Development. Hal ini menunjukkan keseriusan Kawasaki dalam meningkatkan teknologi mereka.

Supercharged Kawasaki Z H2

Selain itu, suara mesin supercharger ini sangatlah khas ketika dijalankan. Bentuk knalpot Z H2 dioptimalkan untuk memenuhi regulasi emisi Euro 5 yang sebentar lagi mulai diberlakukan.

Knalpot Kawasaki Z H2

Electronic control untuk high power control

Supercharger dan output 200 ps ini bisa dibilang merupakan highlight dari spek Z H2. Namun, jangan kesampingkan electronic control yang juga memegang peranan penting. Inilah daftar perangkat electronic control yang dipasang di Z H2.

・Kawasaki Cornering Management Function (KCMF)

Ini adalah istilah umum untuk sistem manajemen canggih motor Kawasaki yang menggunakan unit penghitungan inersia 6-axis (IMU). Sistem ini memungkinkan kontrol kelistrikan beragam perangkat motor agar dapat dioperasikan secara maksimal.

・Kawasaki Intelligent Anti-Lock Brake System (KIBS)
Dengan tidak hanya menganalisis perbedaan kecepatan antara velg depan belakang namun juga memperhitungkan tekanan hidrolik yang dialikasikan ke kaliper rem dan informasi ECU, KIBS ini menyuguhkan kontrol yang lebih baik dibanding ABS standar.

・Kawasaki Launch Control Mode (KLCM)
Ini adalah fungsi untuk mengontrol tenaga mesin saat mulai berakselerasi agar bisa dilakukan seefisien mungkin. KLCM biasanya digunakan pada saat start balapan. Kami belum berkesempatan untuk mencoba mode ini saat test ride.

・Kawasaki Traction Control (KTRC)
Ini adalah sistem yang menahan selip pada ban, umumnya dioperasikan saat grip ban belakang hilang saat cornering. Tidak hanya memperhitungkan wheel idling, namun juga IMU.

・Power mode
Karakteristik output mesin dapat diatur dalam tiga tipe: full power, middle power dan low power.
Middle power membatasi output mesin hingga sekitar 75% dari mode full power dan low power menurunkan output sekitar 50%.

・Riding mode
Ini adalah mode yang mengombinasikan power mode dan traction control. Anda bisa memilih tipe berkendara dari empat pilihan yang tersedia.

・Kawasaki Quick Shifter (KQS)
Ini adalah quick shifter up & down yang dijalankan mulai dari putaran 2.500 rpm atau lebih untuk memungkinkan penggantian gigi tanpa pengoperasian kopling.

・Electronic cruise control
Anda dapat mengatur kecepatan secara leluasa dengan cruise control di saklar kiri tanpa pengoperasian gas. Kontrol ini sangat berguna ketika Anda berkendara di jalan panjang bebas hambatan.

Desain Sugomi

Z H2 punya logo Kawasaki River Mark di bagian depannya. Logo ini biasa menempel pada motor Kawasaki yang mengadopsi mesin supercharger. Semua lampunya memakai LED dan Z H2 memakai desain body Sugomi yang khas Z series lainnya, seperti desain lampu depan dan lampu belakangnya yang menyerupai huruf Z.

Lampu Depan Z H2

Lampu Depan Z H2

▲ River Mark menandai model flagship Kawasaki

Lampu Belakang Z H2

Lampu Belakang Z H2

Panel meter TFT tipe terbaru

Panel meter TFT full digital terbarunya ini menyediakan dua pilihan tampilan. Pada mode image display, terlihat informasi gear, sudut kemiringan motor, dan tekanan supercharger.

Panel meter Z H2 secara lengkap menampilkan informasi speedometer, tachometer, indikator posisi gigi, indikator shift-up, odometer, dual trip meter, fuel gauge, jarak tempuh, konsumsi bahan bakar instan dan rata-rata, suhu lingkungan, suhu radiator, jam, indikator economic riding, indikator IMU, indikator KIBS dan informasi lainnya mengenai boost pressure dan boost temperature juga bisa ditampilkan sesuai kebutuhan.

Selain itu, dengan menginstal aplikasi smartphone “RIDEOLOGY THE APP”, Anda bisa menghubungkan motor dengan smartphone Anda. Anda tidak hanya bisa mengatur tiap mode melalui smartphone, namun Anda juga bisa mengecek riwayat berkendara Anda.

Panel Meter Z H2

Stang di posisi yang pas

Tinggi stang tidak terlalu rendah dan cukup nyaman saat posisi tubuh condong ke depan untuk ukuran motor street fighter.

Stang Z H2

Electronic control dan display panel meter dioperasikan dengan saklar kiri dan pengaturan display-nya dimunculkan dengan membuka layar menu pada saklar kanan. Gasnya adalah tipe throttle ride-by-wire.

Master rem dan kopling Z H2 memakai produk Nissin, berbeda dari H2 yang memakai produk Brembo.

Hampir tidak ada sisa ruang di area stang untuk menempatkan holder smartphone dan peralatan lainnya. Panel meternya ditempatkan di klem stang dan tidak ada ruang untuk menempelkan holder smartphone di sisi kanan dan kirinya karena sudah diisi oleh tabung master rem dan kopling.

Kaki-kaki dengan handling ringan

Rem Z H2

Rem depan Z H2 dilengkapi dengan cakram ganda berdiameter 320 mm dan kaliper monoblock M4.32 Brembo. Kaliper rem belakangnya memakai produk Nissin. Sedangkan H2 memakai cakram berdiameter 330 mm dengan tebal 5,5 mm dan kaliper “Stylema” brembo sehingga tidak bisa dipungkiri kalau Z H2 ini mengalami downgrade pada perlengkapan pengeremannya. Namun, dengan dipasangnya KIBS, Z H2 mampu menghadirkan performa pengereman yang memuaskan untuk dipakai berkendara sehari-hari.

Suspensi Z H2

Shock depannya dilengkapi dengan shock SFF-BP Showa. Terdapat damping adjuster di shock kirinya, sedangkan di shock kanannya tersedia preload adjuster. Shock belakangnya bertipe adjustable dan juga memakai produk Showa.

Desain Tangki Bervolume

Kapasitas tangki: 19L

Volume tangkinya cukup besar, yakni 19L. Saat melakukan test ride, konsumsi bahan bakarnya kurang lebih 14L.

Jika hanya melakukan test ride di jalanan perkotaan, mungkin konsumsi bahan bakarnya bisa lebih hemat lagi. Sebagai catatan, total jarak tempuhnya adalah sekitar 300 km.

Jok Super Sport

Jok Z H2 bergaya ala jok motor super sport yang berbentuk ramping pada bagian depannya dan melebar pada bagian belakangnya. Bagian depannya yang ramping memberikan ruang gerak pada saat duduk dan kemudahan dalam bermanuver. Tersimpan ETC 2.0 standar di bawah jok belakangnya.

Kesimpulan

Bagaimana kesannya terhadap model flagship Kawasaki Z series terbaru “Z H2?

Kami telah menjelaskan mengenai spesifikasi, perlengkapan dan performa berkendara Z H2. Satu hal yang dapat merangkum Z H2: ini adalah motor yang menyuguhkan performa kelas atas dengan harga yang terjangkau. Terbukti dari mesinnya yang menyemburkan tenaga 200 ps dilengkapi dengan supercharger sekaligus electronic control berteknologi paling mutakhir. Jujur saja, Z H2 adalah motor yang menempati urutan atas di antara deretan motor yang pernah dicoba.

Pertanyaannya adalah, Z H2 paling cocok dikendarai di lokasi mana?

Sebenarnya jika Anda ingin benar-benar memanfaatkan mesin supercharger dan electronic control, tidak bisa dikatakan dengan pasti di lokasi mana karena pilihannya terbatas. Jika Anda geber pol Z H2 di jalanan umum, pasti Anda akan kena tilang. Motor ini juga kurang cocok dibawa touring jarak jauh karena keterbatasan ruang dan tidak tersedianya windshield untuk menghalau angin. Jika di jalanan berkelok, suspensinya kurang bagus dibanding H2. Terlepas dari itu, Z H2 adalah tipe motor yang menyenangkan saat dikendarai. Sepertinya Z H2 paling asyik dikendarai di lintasan. Medan ini bisa dipakai untuk unjuk kebolehan kemampuan Z H2.

Jika Anda ingin memiliki motor yang memiliki penampilan keren, output 200 ps, dilengkapi dengan supercharger, maka Z H2 adalah motor yang paling pas untuk Anda!

[Baca Juga]
Test Ride KAWASAKI Z650 2020
[Webike Indonesia]
Cek sparepart Kawasaki Z H2 di sini

Related post

Return Top