JOIN US!

Sign up for emails - We'd love to have you

Best portal to find Japanaese Motorcryle WOWEE

Daily update on the latest HOT news, reviews and trivias

Video of riding impression, Products impression you cant't find any where else

  • Please select your country.
  • Authentication with facebook fail.Please try again.
OR

Review dan Video Test Ride XJ400D dan CBX400F – “Motor Ukuran Medium Kala Itu #4”

001-9

Pada tahun 50 Showa (sekitar tahun 1975), motor ukuran medium mulai naik daun karena adanya revisi sistem lisensi. Kami akan memperkenalkan motor-motor populer berukuran medium saat itu sebelum masanya replica boom.

Motor Berukuran Medium Kala Itu “4-Cylinder Golden Age” (Tahun 1979-1982)

Pada tahun 1979, Kawasaki meluncurkan Z400 FX dengan kapasitas mesin 400 cc 4-cylinder dan Yamaha mengikutinya satu tahun kemudian. Pada tahun 1980, Yamaha meluncurkan XJ 400 yang juga dilengkapi mesin DOHC berpendingin udara 2 klep 4-cylinder. Dengan shock belakang, stang, ban depan 19 inci, dan bodi motor yang juga lebih besar, spek XJ 400 sangatlah mirip dengan Z400 FX. Saat itu, spek seperti inilah yang dinilai sebagai spek terbaik.

Setelah itu, Suzuki juga turut mengikuti barisan motor 400cc 4-cylinder yang diproduksi kala itu. Pada tahun 1980, GS650G diperkenalkan pertama kali di Cologne Show dan kemudian pada bulan April 1981, diluncurkanlah GSX400F. GSX400F mengadopsi mesin GSX400E 4-valve 2-cylinder yang diubah ke ke 4-valve 4-cylinder untuk pertama kalinya. Selain itu, GSX400F juga mengadopsi Twin Swirl Combustion Chamber (TSCC) yang menghasilkan pembakaran yang ideal. Output maksimumnya 45 ps, sama dengan XJ 400. Triple-disc brake-nya juga hadir sebagai mekanisme anti-nose dive yang melengkapi debut sempurna motor ini.

Selain memproduksi CB400F, Honda juga merilis Hawk II dan Hawk III dengan mesin 2-cylinder, namun akhirnya Honda juga mengikuti barisan motor 400cc kala itu dengan merilis CBX400F pada bulan November 1981. Mesinnya sudah memakai super compact 4-cylinder parallel air-cooled DOHC 4-valve. Output maksimumnya adalah yang tertinggi di kelasnya, mencapai 48 ps.

Hiroshi Maruyama yang saat itu masih berusia 17 tahun melakukan test ride XJ400D yang dirilis pada tahun 1981. Ini motor pertama yang dimiliki pada zaman SMA dulu.

Hiroshi Maruyama yang saat itu masih berusia 17 tahun melakukan test ride XJ400D yang dirilis pada tahun 1981. Ini motor pertama yang dimiliki pada zaman SMA dulu.

Hiroshi Maruyama kembali bersanding dengan XJ400D yang hadir dalam warna yang berbeda. Ketika foto ini diambil, ia sudah berusia 45 tahun.

Hiroshi Maruyama kembali bersanding dengan XJ400D yang hadir dalam warna yang berbeda. Ketika foto ini diambil, ia sudah berusia 45 tahun.

Hiroshi Maruyama juga melakukan test ride CBX400F: motor Honda 400cc yang keluar setelah motor-motor 400cc produksi Kawasaki, Yamaha, dan Suzuki.

Hiroshi Maruyama juga melakukan test ride CBX400F: motor Honda 400cc yang keluar setelah motor-motor 400cc produksi Kawasaki, Yamaha, dan Suzuki.

[Suzuki GSX400FS IMPULSE 1982] GSX400F adalah motor 400cc pertama Suzuki dengan mesin 4-cylinder parallel DOCH 4-valve, namun dengan XJ dan CBX yang bekerja sama dengan Yoshimura untuk mengembangkan knalpot 4-1, Suzuki memutuskan untuk meningkatkan output GSX400FS menjadi 48 ps, sama dengan output CBX.

[Suzuki GSX400FS IMPULSE 1982] GSX400F adalah motor 400cc pertama Suzuki dengan mesin 4-cylinder parallel DOCH 4-valve, namun dengan XJ dan CBX yang bekerja sama dengan Yoshimura untuk mengembangkan knalpot 4-1, Suzuki memutuskan untuk meningkatkan output GSX400FS menjadi 48 ps, sama dengan output CBX.

Yamaha XJ400 dan XJ400D

Yamaha mengadopsi generator belakang untuk mengontrol lebar mesin XJ400. Selain itu, Yamaha juga meningkatkan outpum maksimum menjadi 45 ps, 2 ps di atas Z400FX. XJ juga terasa lebih smooth dibandingkan FX. Dibandingkan Kawasaki yang keras, Yamaha terasa lebih halus. Suspensinya membuat nyaman berkendara, namun juga tetap sporty. Apakah desain tangkinya juga seperti itu? Motor debut bermesin 4-cylinder pertama Yamaha ini memiliki awal yang cukup baik.

Pada tahun 1981, Yamaha mengimplementasikan Yamaha Induction Control System (YICS) untuk meningkatkan efisiensi pembakaran. Terlebih lagi, 400D spek deluxe dilengkapi dengan black engine, shock depan tipe kombinasi suspensi udara, fuel meter, dan knalpot 4 silinder. Produk lineup-nya semakin diperkuat dan jumlah penjualan pada tahun 1981 mencapai penjualan paling top, yakni sebanyak 19.738 unit.

Spesifikasi utama: ■ Panjang keseluruhan 2.060 mm; lebar keseluruhan 760 mm; tinggi keseluruhan 1.130 mm; jarak sumbu roda 1.405 mm; ketinggian jok 785 mm; berat 180 kg (kering) ■ Air-cooled 4-stroke parallel 4-cylinder DOHC 2-valve 398 cc; 45 ps/10.000 rpm; 3,4 kg-m/8.000 rpm; transmisi 6 stage tipe return; kapasitas tangki 16 L ■ Rem depan= cakram ganda, rem belakang= tromol ■ Ban depan=3.00-19, ban belakang= 110/90-18 ■ Harga motor baru saat itu 452.000 Yen (tahun 1981).

[Yamaha XJ400 dirilis bulan Juni 1980] Model awalnya memakai knalpot 2 silinder, engine silver. Tersedia dalam warna merah, hitam, dan silver.

[Yamaha XJ400 dirilis bulan Juni 1980] Model awalnya memakai knalpot 2 silinder, engine silver. Tersedia dalam warna merah, hitam, dan silver.

[Yamaha XJ400 dirilis tahun 1981] Dilengkapi dengan YICS untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, dipasang di rem cakram.

[Yamaha XJ400 dirilis tahun 1981] Dilengkapi dengan YICS untuk meningkatkan efisiensi pembakaran, dipasang di rem cakram.

[Yamaha XJ400D dirilis tahun 1981] Memakai knalpot 4 silinder dan dilengkapi fuel gauge.

[Yamaha XJ400D dirilis tahun 1981] Memakai knalpot 4 silinder dan dilengkapi fuel gauge.

[Yamaha XJ400D dirilis tahun 1982] Tersedia warna white x red edisi spesial YSP. Selain warna, tidak ada spek yang berubah (spek standar).

[Yamaha XJ400D dirilis tahun 1982] Tersedia warna white x red edisi spesial YSP. Selain warna, tidak ada spek yang berubah (spek standar).

Honda CBX400F

CBX400F mengadopsi mesin DOHC 4-valve dan output maksimumnya adalah yang terbesar di kelasnya, mencapai 48 ps. Selain itu, dilengkapi pula dengan mekanisme canggih seperti air-pressurized front fork, link type monoshock, swingarm aluminium (hollow), cast iron disc inboard brake, dan lain-lain. Lalu, pipa knalpot brbentuk huruf X yang sesuai dengan nama motornya, membuat saya teringat CB400F dan nyatanya memang perancang CBX400F dan CB400F adalah orang yang sama. Lampu yang dipasang di tail cowl juga baru kali ini ditemui. Terlebih lagi, CBX400F INTEGRA dengan half cowl dan versi canggih CBX550 juga dikembangkan.

CBX400F merupakan motor yang kemunculannya sudah dinanti-nanti dan, nyatanya, memang performa motor ini juga sempurna. Memiliki fighting power luar biasa seperti SS400 dan TT-FIII yang populer kala itu. Terutama saat memenangi juara pada musim tahun 1982. Tak pelak lagi, motor ini menjadi sangat populer karena merupakan motor yang tak hanya mudah untuk dikendalikan, namun juga memiliki performa yang garang dan model yang stylish. CBX400X laku terjual hingga 31.533 unit pada tahun 1982. Motor ini memiliki kiprah yang sangat sukses.

Spesifikasi utama: ■ Panjang keseluruhan 2.060 mm; lebar keseluruhan 720 mm; tinggi keseluruhan 1.080 mm; jarak sumbu roda 1.380 mm; ketinggian jok 775 mm; berat 173 kg (kering) ■ Air-cooled 4-stroke parallel 4-cylinder DOHC 4-valve 399 cc; 48 ps/11.000 rpm; 3,4 kg-m/9.000 rpm; transmisi 6 step tipe return; kapasitas tangki 17 L ■ Rem depan= cakram, rem belakang= cakram ■ Ban depan= 3.60-18, ban belakang= 4.10-18 ■ Pada tahun 1982, harga motor barunya adalah 485.000 Yen.

[Honda CBX400F dirilis pada bulan November 1981] Selain dua warna pada model awal, hadir pula dengan warna monza red yang lebih murah 15.000 Yen.

[Honda CBX400F dirilis pada bulan November 1981] Selain dua warna pada model awal, hadir pula dengan warna monza red yang lebih murah 15.000 Yen.

[Honda CBX400F dirilis pada bulan Juli 1982] Warna blue x white (foto) juga dihadirkan sehingga ada tiga pilihan warna yang tersedia. Velgnya silver.

[Honda CBX400F dirilis pada bulan Juli 1982] Warna blue x white (foto) juga dihadirkan sehingga ada tiga pilihan warna yang tersedia. Velgnya silver.

[Honda CBX400F INTEGRA dirilis pada bulan Juli 1987] Ini adalah model motor dengan fairing yang disertifikasi pertama kali di Jepang. Dilengkapi dengan auto canceler turn signal.

[Honda CBX400F INTEGRA dirilis pada bulan Juli 1987] Ini adalah model motor dengan fairing yang disertifikasi pertama kali di Jepang. Dilengkapi dengan auto canceler turn signal.

[Honda CBX400F dirilis pada bulan Oktober 1984] Ada dua tipe yang diproduksi ulang. Selain white x red, tersedia pula black x red. Memakai Blackcom Star Wheel.

[Honda CBX400F dirilis pada bulan Oktober 1984] Ada dua tipe yang diproduksi ulang. Selain white x red, tersedia pula black x red. Memakai Blackcom Star Wheel.

“Generasi Awal Motor Medium Kala Itu” adalah seri DVD 1-5 yang memperkenalkan motor-motor populer yang dirilis sekitar tahun 50 Showa (tahun 1970an) dan menceritakan motor-motor dengan fitur khusus kala itu yang disebut sebagai motor berukuran medium.

“Generasi Awal Motor Medium Kala Itu” adalah seri DVD 1-5 yang memperkenalkan motor-motor populer yang dirilis sekitar tahun 50 Showa (tahun 1970an) dan menceritakan motor-motor dengan fitur khusus kala itu yang disebut sebagai motor berukuran medium.

Hasil liputan bekerja sama dengan: ZEPPAN UEMATSU
Berdasarkan artikel Young Machine yang diterbitkan pada bulan September 2009.

Sumber [ Young Machine (Artikel Asli dalam Bahasa Jepang) ]

Lihat Laman Indeks Motor Honda
Lihat Aksesoris untuk Honda CBX400F
Lihat Aksesoris untuk Honda CBX400F INTEGRA
Lihat Laman Indeks Motor Yamaha
Lihat Aksesoris untuk Yamaha XJ400

Related post

Return Top