Drama Rollercoaster di 24 Heures Motos: Tim Pabrikan BMW Gagal Juara

  • 05/05/2026
  •  166 views

Drama Rollercoaster di 24 Heures Motos: Tim Pabrikan BMW Gagal Juara

Setelah sempat menguasai balapan 24 Heures Motos dan memimpin pada jam ke-8 serta jam ke-16, motor BMW M 1000 RR #37 milik tim pabrikan BMW mengalami kendala teknis di sisa waktu balapan, sehingga hanya mampu finis di posisi ke-12 kelas EWC.

Trio pembalap Michael van der Mark, Markus Reiterberger, dan Steven Odendaal menunjukkan performa luar biasa sepanjang akhir pekan. Hanya selisih tipis 0,032 detik dari posisi start terdepan, mereka memulai dari urutan kedua dan menerapkan strategi balap yang sangat rapi sepanjang malam. Motor M 1000 RR melaju mulus setiap jamnya, sehingga tim berhasil menyapu bersih poin bonus maksimal di jam ke-8 dan ke-16 menuju Minggu pagi.

Sayangnya, rentetan masalah teknis dan kecelakaan setelahnya memaksa motor masuk pit untuk perbaikan yang memakan waktu lama. Tim tetap berjuang mengembalikan motor ke lintasan hingga mencapai garis finis demi mengamankan poin klasemen, yang menempatkan mereka di peringkat enam sebelum menghadapi balapan 8 Hours of Spa Motos awal Juni nanti.

Kata mereka:

Michael van der Mark: “Rasanya luar biasa, tapi berakhir menyesakkan. Saya sangat menikmati balapan di sini, dan seluruh tim bekerja dengan sangat kompak. Kami punya motor yang hebat, apalagi Steven dan Markus tampil sangat kuat serta stabil. Sejujurnya, tim sudah bekerja keras sepanjang musim dingin ini. Kami meraup banyak poin di delapan jam pertama dan setelah 16 jam balapan. Sialnya, pagi tadi kami mulai kena masalah dan saya sempat jatuh kecil. Setelah itu, situasi malah jadi semakin kacau. Sayang sekali, padahal kami sudah membuktikan betapa cepat dan konsistennya tim ini. Setidaknya kami masih dapat poin. Saya rasa inilah alasan mengapa balapan ketahanan bisa jadi ajang paling indah sekaligus paling kejam di dunia.”

Markus Reiterberger: “Jalannya balapan sebenarnya sangat bagus. Ritme kami sangat oke. Ketiga pembalap melaju kencang dan strategi bahan bakar kami sangat efisien. Kami bisa melakukan putaran lebih banyak dibanding lawan sehingga berhasil mengamankan poin di jam ke-8 dan ke-16. Semua pembalap dalam kondisi fit dan tim bekerja sama dengan sangat apik. Sayangnya, masalah mulai muncul: gangguan kecil pada motor yang untungnya bisa diperbaiki dengan cepat, kecelakaan Michael yang berimbas pada kerusakan lain, dan masalah teknis lain. Tapi kami tetap berusaha finis agar setidaknya membawa pulang poin. Tentu kami sangat kecewa karena sangat ingin menang di Le Mans, dan saya yakin kami punya modal itu tahun ini. Kami tidak menyerah dan tetap akan berjuang. Terima kasih untuk tim yang sudah habis-habisan, saya yakin kerja keras ini akan terbayar suatu saat nanti.”

Steven Odendaal: “Secara keseluruhan, tim sudah bekerja sangat baik. Rekan tim saya berusaha sangat keras dan tampil sangat memuaskan. Bisa kembali balapan setelah cedera dan menyelesaikannya tanpa membebani rekan setim adalah pencapaian tersendiri bagi saya. Sayang sekali akhir balapannya sedih seperti ini, tapi mau bagaimana lagi. Saya rasa ada banyak pelajaran untuk masa depan dan kami harus terus melangkah. Kami sudah menyelamatkan poin sebanyak mungkin pekan ini dan kita lihat saja di balapan berikutnya.”

Sven Blusch (Kepala BMW Motorrad Motorsport): “Terlepas dari hasilnya, kami bangga dengan performa di Le Mans. Tentu ini bukan akhir yang kami inginkan. Kami sudah melewati persiapan musim dingin yang sangat berat tapi produktif dan bisa berkembang di segala sisi, hal yang sudah kami buktikan sampai jam ke-16 balapan. Efisiensi kami meningkat. Ketiga pembalap tampil tanpa cela dan kerja kru di pit sangat cepat. Sayangnya, itu belum cukup untuk menang. Meski begitu, kami bangga bisa finis dan mendapat poin penting. Hal yang luar biasa adalah tim satelit kami memenangkan kelas Superstock dengan keunggulan sepuluh lap. Mulai besok, kami langsung kerja keras menyiapkan diri untuk balapan di Spa. Perburuan gelar juara dunia masih terus berlanjut.”

Werner Daemen (Manajer Tim): “Awal akhir pekan ini sangat menjanjikan. Kami jadi yang tercepat di semua sesi latihan. Hasil kualifikasi pun sempurna meski selisih tipis sekali dari YART. Start balapan juga berjalan mulus. Saya rasa strategi bahan bakar kami adalah yang terbaik karena kami tidak mau ambil risiko. Lalu, di pagi hari, ada masalah teknis kecil muncul. Gara-gara masalah itu, Michael menabrak pembalap lain dan terjatuh. Setelah jatuh, muncul lagi kebocoran oli tipis. Kemudian ada masalah teknis lainnya yang terjadi. Saya belum bisa menjelaskan detailnya karena tim masih harus menyelidiki lebih dalam. Namun secara keseluruhan, hasil kerja tim tetap patut diapresiasi. Sekarang fokus kami beralih ke Spa, dan saya harap kami bisa bertarung memperebutkan kemenangan di sana.”

Sumber [ FIM EWC ]

Related post

Hot news

  1. YART Le Mans 2026
  2. Drama Rollercoaster di 24 Heures Motos: Tim Pabrikan BMW Gagal Juara
  3. KTM Rilis 1390 Super Duke RR TRACK: Sang Beast Khusus Lintasan Balap, Hanya 100 Unit!
  4. Kenapa Motor Berpendingin Udara Mulai Langka? Ternyata Ini Alasannya!

New Products

Return Top