JOIN US!

Sign up for emails - We'd love to have you

Best portal to find Japanaese Motorcryle WOWEE

Daily update on the latest HOT news, reviews and trivias

Video of riding impression, Products impression you cant't find any where else

  • Please select your country.
  • Authentication with facebook fail.Please try again.
OR

Laporan Hasil Balapan: Viltaïs Racing Igol Menang Dramatis di Bol d’Or

Viltais Racing Igor Juara Bol dOr 2022

Viltaïs Racing Igol berhasil menjuarai Bol d’Or ke-100, namun F.C.C. TSR Honda France menang lebih besar lagi dengan meraih gelar juara FIM Endurance World Championship setelah balapan selama 24 jam yang melelahkan di Sirkuit Paul Ricard Minggu kemarin.

Keberhasilan F.C.C. TSR Honda France meraih gelar juara ini merupakan hasil dari balapan yang penuh drama di selatan Prancis. Balapan ini juga sekaligus menjadi penutup dari musim EWC yang penuh aksi yang juga menampilkan balapan 24 jam di Le Mans dan Spa-Francorchamps, ditambah dengan kembalinya ke Jepang untuk Suzuka 8 Hours.

Di depan tribun penonton yang penuh, kemenangan perdana Viltaïs Racing Igol di EWC berlangsung dramatis dan tak terduga, namun tetap menjadi hadiah yang pantas untuk upaya tak kenal lelah manajer tim Yannick Lucot di belakang layar, penampilan mengesankan dari trio rider Florian Alt (Jerman), Erwan Nigon (Prancis), dan Steven Odendaal (Afrika Selatan) serta kontribusi penting dari rider cadangan James Westmoreland (Inggris).

Kemenangan Viltaïs Racing Igol di Bol d’Or berarti empat kemenangan balapan yang diperebutkan di EWC 2022 diklaim oleh empat tim yang berbeda, seperti peluang kejuaraan yang terbuka lebar musim ini. Untuk membuktikan betapa kompetitifnya balapan ini, baik rekor kualifikasi EWC maupun rekor lap balapan di Sirkuit Paul Ricard dipecahkan oleh Illya Mykhalchyk (1 menit 51,641 detik) dan Xavi Forés (1 menit 52,979 detik).

Para Jagoan EWC Harus Telan Pil Pahit di Menit Akhir

Hingga 90 menit terakhir Bol d’Or, pemimpin klasemen ERC Endurance-Ducati tampaknya sudah pasti menang, namun harus mundur karena kerusakan mekanis saat mereka tengah memimpin balapan. Hal itu membuat Wójcik Racing Team berada di posisi terdepan. Namun, di akhir-akhir balapan, Yamaha milik tim asal Polandia ini melambat, memaksa Mathieu Gines untuk mendorong motornya ke pit untuk perbaikan.

Ketika rider Wójcik Racing Team Dan Linfoot akhirnya kembali ke lintasan, lebih dari lima menit telah sirna bersama dengan harapan kemenangan untuk Gines, Linfoot dan Sheridan Morais saat Viltaïs Racing Igol, tim privateer Yamaha lainnya yang berbasis di Prancis, merenggut posisi terdepan yang mampu mereka pertahankan hingga akhir balapan.

Sementara itu, posisi kedua Wójcik Racing Team yang berhasil dicapai menunjukkan hasil terbaik mereka musim ini. Webike SRC Kawasaki France finis di urutan ketiga dalam balapan EWC terakhir Gilles Stafler sebagai bos tim sebelum ia pensiun. Webike SRC Kawasaki France juga belum pernah naik podium tahun ini sebelum laga Bol d’Or dan sempat memimpin sebelum akhirnya posisi mereka turun karena masalah kabel mesin sebelum kembali ke balapan.

Bagi rider ERC Endurance-Ducati, David Checa dan Xavi Forés, patah hati yang mereka rasakan di akhir-akhir balapan sangat sulit diterima setelah mereka berbagi tugas untuk sebagian besar balapan ketika Chaz Davies mengalami cedera punggung dan tidak bisa melanjutkan balapan. Meskipun ada adegan yang sangat emosional di garasi tim ketika kemenangan yang sudah pasti dalam genggaman akhirnya terlepas, Checa menenangkan dirinya untuk kembali beraksi selama satu jam terakhir setelah perbaikan cepat oleh tim Jermannya. Ia menempati posisi kelima di belakang F.C.C. TSR Honda France yang juga melakukan pitstop tak terjadwal lainnya dalam dua jam terakhir setelah tertunda di awal balapan.

MACO Racing finis di urutan keenam dan mereka berhasil menjalani balapan yang solid. Team Bolliger Switzerland adalah tim Formula EWC terbaik berikutnya di urutan kesembilan secara keseluruhan, meskipun Nico Thöni mengalami kecelakaan di dua tikungan dalam balapan. Team LRP Poland finis dua tempat di belakang, sementara Motobox Kremer Racing berada di urutan berikutnya dalam kategori utama diikuti oleh pendatang baru Jepang TONE RT Syncedge 4413 BMW.

TATI Team Beringer Racing tengah memimpin dan menjadi kadidat kuat untuk gelar juara dunia EWC ketika mereka harus berhenti karena masalah teknis pada hari Minggu pagi. Masalah ini begitu mengecewakan tim asal Prancis ini beserta para rider mereka Leon Haslam, Grégory Leblanc dan Bastien Mackels.

RAC41-Chromeburner dan Team 18 Sapeurs Pompiers CMS Motostore Sukses di Superstock

RAC41-Chromeburner mengklaim juara kategori Superstock di depan BMRT 3D Maxxess Nevers, membalikkan posisi finis musim lalu dengan Pitlane Endurance menempati posisi ketiga. Selain Chris Leesch dan Wayne Tessels, RAC41-Chromeburner merekrut Jonathan Hardt untuk ronde terakhir ini.

Rider asal Prancis tersebut adalah bagian dari tim BMRT 3D Maxxess Nevers yang meraih juara Bol d’Or Superstock pada tahun 2021. Masuknya Jonathan Hardt tampaknya membuat perbedaan bagi tim yang berhasil mengatasi ketegangan di akhir-akhir balapan ketika knalpot Honda mereka rusak.

No Limits Motor Team, Falcon Racing, Énergie Endurance, JMA Racing Action Bike, Team 33 Louit April Moto, ADSS 97, Team Aviobike, Team 202, dan TRT 27 Bazar 2 La Bécane semuanya berhasil finis, tetapi tidak begitu halnya dengan Team LH Racing, National Motos Honda dan 3ART Best of Bike.

OG Motorsport by Sarazin sempat memimpin hingga Alex Plancassagne mengalami kecelakaan tepat sebelum 02:50 waktu setempat. Hal ini menyebabkan balapan ditunda dengan safety car selagi penghalang di pinggir lintasan diperbaiki. Sementara itu, masalah mekanis menyebabkan skuad Superstock pemegang pole position Wójcik Racing Team tidak mampu finis.

Team 18 Sapeurs Pompiers CMS Motostore berhasil memperoleh gelar FIM Endurance World Cup meskipun sempat keluar dari persaingan karena kerusakan mekanis yang membutuhkan waktu beberapa jam untuk memperbaikinya. Namun, kemenangan Superstock di Le Mans dan posisi kedua di Spa-Francorchamps sudah cukup untuk mengamankan gelar juara bagi tim yang diperkuat Yamaha ini yang mengandalkan rider Baptiste Guittet dan Hugo Clere dari Prancis serta rider asal Austria Philipp Steinmayr.

F.C.C. TSR Honda France Sabet Juara Dunia FIM EWC

Bagi F.C.C. TSR Honda France, kesuksesan mereka meraih gelar juara dunia FIM Endurance World Championship merupakan kelanjutan dari musim 2017-2018 ketika Josh Hook yang berpartner dengan Freddy Foray dan Alan Techer berhasil meraih gelar juara EWC. Skuad Jepang ini adalah salah satu dari lima tim yang bersaing ketat untuk meraih gelar juara di Bol d’Or, namun mereka berhasil menang karena empat rivalnya mengalami masalah. Mike Di Meglio dan Hook ditemani Alan Techer yang menggantikan Gino Rea yang menderita cedera kepala serius dalam kecelakaan di Suzuka bulan lalu, tetapi telah berjasa besar bagi F.C.C. TSR Honda France untuk naik podium di 24 Heures Motos dan 24H SPA EWC Motos di awal musim. Juara bertahan Yoshimura SERT Motul berada di urutan kedua dalam klasifikasi terakhir dengan Viltaïs Racing Igol di urutan ketiga. Semua hasil masih dalam konfirmasi akhir.

Sementara F.C.C. TSR Honda France merayakan keberhasilan mereka, ada barisan sakit hati di Bol d’Or, termasuk tiga tim pesaing gelar juara EWC, BMW Motorrad World Endurance Team yang meraih pole position, YART – Yamaha Official Team EWC dan Yoshimura SERT Motul. Team Moto Ain juga gagal finis karena masalah teknis setelah tampil mengesankan dengan menempati posisi kelima tercepat di kualifikasi.

Laporan Setelah 8 Jam

Laporan Setelah 16 Jam

Apa Kata Rider

Steven Odendaal (Viltaïs Racing Igol, Yamaha YZF-R1, rider tim juara Bol d’Or Formula EWC): “Balapan ini sungguh luar biasa. Berada dalam tim Prancis yang menang di tanah Prancis adalah sesuatu yang luar biasa. Yannick Lucot, bos tim saya, memiliki mimpi yang sangat besar untuk hari ini dan saya dan rekan-rekan setim saya, berusaha menggapainya, jadi kami sangat, sangat senang dengan kemenangan ini. Jelas kami tidak mengharapkan ini, kami hanya tahu bahwa kami harus maksimal dan inilah yang kami lakukan hingga akhirnya kami mendapatkan trofi besar ini. Rasanya luar biasa sekali dan saya sangat senang bisa naik podium EWC pertama saya.”

Josh Hook (F.C.C. TSR Honda France, Honda CB R1000 RR-R, rider juara FIM Endurance World Championship): “Saya tahu dari pengalaman, jangan pernah berpikir bahwa balapan akan berakhir sampai bendera finis dikibarkan. Kami telah bangkit dari situasi yang jauh lebih buruk dan memenangkan balapan di masa lalu. Kami mengalami beberapa drama seperti yang dialami semua orang. Kami tidak pernah menyerah dan terus berusaha. Kami melakukan banyak balapan yang sangat bagus sepanjang malam dan kami bertiga cepat secara konsisten. Kami tidak pernah ragu untuk berusaha meraih juara. Tetapi, ada suatu titik di mana kami harus mempertimbangkan apakah kami fokus pada gelar juara, yang jelas merupakan tujuan utama kami, atau memenangkan balapan. Kami memutuskan untuk memperbaiki mesin setelah sedikit khawatir melihat motor tim lain rusak dan tidak banyak waktu yang tersisa pada akhirnya. Kami mencoba seaman mungkin dan hanya fokus membawa pulang kejuaraan untuk tim kami, Honda dan semua mitra kami.”

Wayne Tessels (RAC41-Chromeburner, Honda CB R1000 RR-R, rider juara Bol d’Or Superstock): “Bagi kami, ini adalah balapan yang sangat bagus. Bagian kedua cukup sulit bagi saya secara pribadi, tetapi saya sangat senang motornya bekerja dengan baik dan juga rekan-rekan saya Jonathan [Hardt] dan Chris [Leesch] melakukan pekerjaan yang sangat baik. Saya juga sangat senang kami meraih kemenangan ini karena di Le Mans, Grégory Fastre, rekan setim kami, mengalami cedera yang cukup parah. Kami juga persembahkan kemenangan ini untuknya dan saya senang bisa naik podium di sini.”

Philipp Steinmayr (Team 18 Sapeurs Pompiers CMS Motostore, Yamaha YZF-R1, rider juara FIM Endurance World Cup): “Balapan yang sulit, seperti rollercoaster yang naik turun, naik turun. Sangat menyenangkan bisa memenangkan World Cup. Kami berhasil meraih poin, kami memiliki kualifikasi yang bagus dan tim bekerja dengan sempurna sepanjang musim. Semua orang telah melakukan yang terbaik.”

Slipstream Sensasional Fores Jadi Sorotan Awal Bol d’Or

Lap-lap pembuka di ajang Bol d’Or ke-100 tahun ini menyuguhkan aksi-aksi klasik FIM Endurance World Championship dengan Gregg Black, Mike Di Meglio, Xavi Forés dan Markus Reiterberger yang bergantian memimpin jalannya laga penentu musim EWC ini. Namun, Forés-lah yang melakukan aksi paling spektakuler, menyalip ketiga rivalnya dengan gerakan slipstream yang sensasional di Mistral Straight. Klik di sini untuk melihat kembali momen tersebut.

Direktur Yoshimura SERT Motul Team, Kato, Beri Kesan dan Pesan Setelah Timnya Gagal Finis
Direktur Yoshimura SERT Motul Team, Yohei Kato, tetap merasa bangga walau kegagalan mekanis membuat tim asal Jepang ini gagal mengulang kemenangan Bol d’Or dan meraih mahkota FIM Endurance World Championship yang kedua secara berturut-turut. Setelah Gregg Black memimpin di awal-awal balapan, Kazuki Watanabe berada di atas Suzuki GSX-R1000R #1 ketika masalah terjadi di lap ke-34. Klik di sini untuk melihat cerita lengkapnya.

Komunitas EWC Beri Dukungan untuk Gino Rea

Gino Rea adalah salah satu anggota keluarga FIM Endurance World Championship yang sangat dirindukan selama Bol d’Or berlangsung, sementara ia terus melanjutkan pemulihan dari cedera kepala serius yang dideritanya akibat kecelakaan saat berlatih untuk Suzuka 8 Hours bulan lalu. GoFundMe yang diluncurkan oleh keluarganya untuk membantu proses rehabilitasi yang dijalaninya dipromosikan melalui siaran langsung acara tersebut dan di seluruh saluran media sosial EWC. Semua tim diberikan stiker Keep fighting Gino Rea untuk digunakan pada motor mereka sebagai bentuk dukungan yang kuat untuk rider Inggris yang populer tersebut. Ia telah membantu F.C.C. TSR Honda France untuk naik podium di Le Mans dan Spa-Francorchamps awal musim ini. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang penggalangan dana untuk membantu Gino Rea.

Sumber [ FIM EWC ]

Related post

Return Top