JOIN US!

Sign up for emails - We'd love to have you

Best portal to find Japanaese Motorcryle WOWEE

Daily update on the latest HOT news, reviews and trivias

Video of riding impression, Products impression you cant't find any where else

  • Please select your country.
  • Authentication with facebook fail.Please try again.
OR

Rider Tuan Rumah Bagian 1 Suzuka 8 Hours EWC

Suzuka 8 Hours EWC 2022

Hal yang unik dari Coca-Cola Suzuka 8 Hours EWC ini adalah banyaknya tim Jepang ikut serta dengan menggandeng rider dan tim yang terkenal di kancah internasional maupun mereka yang lebih populer di Jepang.

Inilah pendapat para rider tuan rumah tersebut tentang kompetisi balap ini.

Takumi Takahashi

#33 Team HRC Honda CBR 1000 RR-RSP

Takumi Takahashi adalah rider asal Jepang yang banyak menyabet gelar juara di All Japan Road Race Championship untuk kesekian kalinya.

Takahashi berhasil meraih gelar juara di All Japan Road Race Championship, ia juga berhasil merebut gelar GP250 tahun 2008 dan pada tahun 2017 dinobatkan sebagai juara JSB1000. Ia juga dua kali menjadi runner-up di MFJ All Japan Road Race Championship JSB 1000.

Takahashi yang jadi rider kontrak Honda Racing Corporation ini juga telah menikmati kejayaan masa lalunya di Suzuka 8 Hours, setelah memenangkan kompetisi balap tersebut pada 2010, 2013 dan 2014. Sejak 2021 ia berlaga di British Superbike Championship.

“2008 adalah pertandingan Suzuka 8 Hours pertama saya, dan saya sudah naik podium berkali-kali serta menang tiga kali. Saya senang bisa kembali bersama tim di sini dan saya bertekad untuk memberikan yang terbaik. Tim kami harus menang! Jadi kami di sini untuk menang. Jika masing-masing dari kami bisa melakukan yang terbaik, saya yakin hasil baik akan mengikuti.”

“Ini adalah motor baru dengan ban Bridgestone yang baru, motor ini dikembangkan dengan baik oleh tim kami dan kami siap bertanding.”

Sebagai rider BSB, Takahashi ditanya pendapatnya, bagaimana sirkuit Suzuka dibandingkan dengan salah satu sirkuit yang dimulai dengan huruf S pada laga kejuaraan Inggris: Snetterton?

“Pertama, Suzuka lebih luas! Dibandingkan dengan trek Inggris mana pun! Snetterton sangat datar jadi gambarannya sudah sangat berbeda. Saya rasa jika ada rekan rider BSB saya yang datang untuk balapan di sini, mereka tidak akan tahu garis balapnya begitu cepat, ini sangat berbeda dengan balapan di Inggris!”

Takuya Tsuda

#95 S-PULSE DREAM RACING ITEC Suzuki GSX-R1000R

Takuya Tsuda telah menjadi test rider utama Suzuki sejak timnya kembali ke MotoGP tahun 2015. Ia didapuk sebagai arsitek skuad ini yang menjadi otak di balik kemenangan Joan Mir tahun 2020.

Tsuda melakoni penampilan perdananya di MotoGP tahun 2017 di Spanish Grand Prix yang diadakan di Jerez untuk menggantikan Alex Rins yang cedera.

Ia telah balapan di Suzuka 8 Hours selama enam tahun dan tergabung dalam tim Yoshimura.

“Rasanya senang bisa kembali, ini seperti kembali ke masa lalu yang indah!”

“Motor ini adalah model lama Yoshimura yang kami gunakan saat ini dan tim kami mengembangkannya. Meskipun ini motor tua, keseimbangan yang dimilikinya sangat baik – ini adalah motor yang hebat.”

“Ketiga rider memiliki keseimbangan yang sangat baik selama tes, jadi ketika kami membandingkan diri dengan tim Yoshimura, HRC, YART dan Kawasaki, saya rasa kami masih jauh untuk mencapai mereka, tapi jika dibandingkan dengan semua tim lain, saya kira kami sepadan, tujuan kami adalah mengincar enam besar.”

Shinichi Ito

#17 Astemo Honda Dream SI Racing CBR1000RR-R

Rider Astemo Honda Dream SI Racing #17 sebaiknya berguru dengan bos tim mereka karena Shinichi Ito yang berusia 55 tahun ini memiliki banyak pengalaman di dunia balap. Ito sudah berlaga di banyak kejuaraan Jepang dan Internasional, berkompetisi di All Japan Road Race Championship, memenangkan Japanese 500 cc Championship, dan juga 3 kali Japanese Superbike Champion.

Relevan dengan akhir pekan ini, Ito telah lolos di pole 5 kali dan memenangkan Suzuka 8 Hours tiga kali.

Di kejuaraan balap dunia kategori 500cc, Iko juga pernah berlaga di Superbike World Championship bersama dengan rekan setimnya Mick Doohan. Pengalaman luar biasa yang ia punya di berbagai lintasan balap telah membuatnya mendapatkan reputasi sebagai rider pengembangan utama.

“Sepertinya akan lebih cepat jika saya yang bertanding,” jawab Iko seraya bercanda saat ditanya apakah ia ingin balapan di minggu ini.

“Saya sangat menantikan kesempatan ini, jadi saya sangat senang berada di sini. Waktunya benar-benar bagus antara tiga rider kami dan tujuan kami telah tercapai sejauh catatan waktu. Strategi konsumsi bahan bakar yang kami buat juga sangat bagus. Saya rasa kami benar-benar bisa bertanding untuk kompetisi yang bagus selama balapan ini.”

“Kami sering balapan di sini, jadi kami bisa melaju cepat di lintasan ini, tapi dibandingkan dengan tim EWC, pit stop mereka mungkin lebih cepat – ini adalah sesuatu yang mungkin kami perjuangkan. Tapi di balik itu, kami sangat percaya diri dengan kecepatan kami di trek lurus.”

“Ini pertama kalinya saya menjadi direktur tim. Saya beberapa kali balapan di sini dan rider di tim ini sangat muda. Ini jadi tantangan baru untuk saya dan saya akan berbagai banyak pengalaman kepada rider tim saya.”

Sumber [ FIM EWC ]

Related post

Return Top